Senin, Oktober 13, 2014

13-09-2014 My Future :)



                Aku menatap langit malam waktu itu. Saat pertama kali aku bisa melihat wajahmu di bawah terang sinar bulan. INDAH. Satu kata itu yg mungkin mewakilkan apa yg sudah tuhan gariskan untukmu. Kamu tersenyum, menatapku sejenak, menyelesaikan kalimatmu ,mengalihkan pandangan, menatapku lagi, dan kau alihkan pandangan itu lagi. Aku hanya bisa tersenyum tipis menatapmu waktu itu.
            Malam kedua, di bawah terang bulan yang sama. Di tengah hiruk pikuk kota Surabaya. 13 agustus 2014. Selasa. kamu membawaku pergi jauh dari kesibukan masa lalu yg sempat membuatku jatuh. Kamu mengajariku arti sebuah pelajaran hidup yg kadang aku tak pernah pikirkan sama sekali. Kamu bilang “sudahhlah, itu masa lalu” kata mu sambil menggenggam erat tangan ku. Hangat. ”sekarang  masa depan itu ada di kamu” . aku tersenyum, menunduk malu. Merasakan desiran hangat yg mengalir lewat pembuluh2 darah nadiku menuju hati.
            Sampai jarum jam menunjukan pukul 3 pagi. Tak terasa, sudah satu jam lebih kamu menggenggam erat jemari ini. Meyakinkan aku bahwa aku adalah satu satu nya wanita yg kamu cinta. Sambil sesekali di sela sela kamu bercerita tentang hidupmu aku menatapmu pelan pelan. Dengan sangat hati hati. Karena aku tak mau kamu tau bahwa aku sebenarnya sedang tak percaya. Bahwa saat itu aku tengah berada di sisi malaikat yg lupa tidak membawa sayapnya ke dunia. KAMU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar