Aku masih ingat. Saat
ringtone ponsel ku berdering nyaring di atas tempat tidur. Dan saat aku menatap
layarnya, ada nama mu disana. Aku sempat gusar saat tiap malam kamu slalu
menggangguku dengan deringan2 suara di ponsel ku bernyanyi. Kamu lagi kamu
lagi. Kataku dulu. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menerima telfon mu.
Hallo. Katamu di ujung sana. Suara itu.. ya tuhan aku masih sangat ingat.
Bagaimana kamu memulai suatu topik yg lagi2 tidak lucu tapi tetap bisa
membuatku tersenyum malu malu dan merasakan letupan2 kecil itu lagi. Suara tawa
mu yg nyaring yg seakan kamu merasa amat sangat ingin melepaskan semua penat mu
setelah bekerja seharian. Aku masih ingat sayang. Masih sangat ingat.
Kamu tau? Aku merindukan
sapaan sapaan hangat mu di setiap pagi ku, aku rindu perhatian2 kecil mu di
sela sela kesibukan ku berutinitas, aku rindu apapun tentangmu. Sampai akhirnya
aku berhenti pada satu titik rindu yg amat sangat menyiksa. Saat dimana kamu
tiba tiba hilang dari kehidupan ku. Saat dimana kamu tiba tiba seakan memberi batasan antara dunia ku dan dunia mu.
Saat dimana aku mulai merasa bahwa kamu-ku bukan kamu yg dulu, saat dimana aku
mulai sadar. KAMU memang bukan pria yg pantas ku perjuangkan sekuat denyut nadi
ku.
The end..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar